ASSALAMU'ALAIKUM...SELAMAT DATANG DI BLOG PKPU SURABAYA!!!!

Friday, March 2, 2012

KUS untuk Para Guru



Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut para guru untuk bisa mengikuti kemajuan tehnologi. Untuk itu sebagai pengajar, seorang guru juga dituntut untuk menambah kapasitas keilmuanya melalui berbagai cara salah satunya dengan mengikuti berbagai pelatihan. Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bekerja sama dengan XL dan Huawei memberikan bantuan komputer untuk beberapa sekolah yang ada di wilayah Madura dan Malang. Tidak hanya itu, untuk menambah kapasitas keilmuan para guru di sekolah-sekolah yang mendapat bantuan melalui program KUS (Komputer untuk Sekolah) maka diadakan pelatihan komputer untuk para guru.
Pelatihan komputer untuk guru berlangsung serentak pada tanggal 11 – 12 Februari 2012 di 2 kota yaitu Pamekasan (untuk wilayah Madura) dan Malang. Tidak kurang dari 24 orang guru yang mengikuti pelatihan ini. Selain ditangani oleh instruktur yang berpengalaman, peserta juga mendapat sertifikat dari lembaga kursus penyelenggara pelatihan. Diharapkan melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan bekal ilmu tambahan khususnya tentang program-program komputer yang akan diajarkan ke para siswa. Para peserta berharap akan ada pelatihan-pelatihan lain untuk menambah kapasitas keilmuan mereka. (Ludfi/PKPU Surabaya)

Thursday, March 1, 2012

PKPU Gelar Prosmiling di Karang Ploso Malang



Telah menjadi komitmen PKPU selaku lembaga kemanusiaan nasional yang terpercaya untuk mengupayakan agar masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah mampu mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Untuk itu PKPU akan secara rutin menyisir daerah-daerah terpencil dan minim fasilitas kesehatan di seluruh Jawa Timur.
Minggu (19/02/ 2012), PKPU kembali mengadakan program kesehatan masyarakat keliling (Prosmiling).  Kegiatan yang berlokasi di desa Karang Ploso Malang ini terdiri dari dua sesi, yakni sesi penyuluhan dan pengobatan gratis. Kegiatan penyuluhan kesehatan merupakan pelengkap aksi pengobatan gratis dengan harapan para penerima manfaat akan lebih tahu mengenai upaya untuk menjaga kesehatan.
 Antusiasme peserta begitu terlihat ketika menerima materi penyuluhan yang disampaikan dengan bahasa yang santai dan mengena. Bahkan anak-anak kecil yang bermain di sekitar lokasi tak ketinggalan pula dengan semangat menggebu bersama-sama membaca isi leaflet kesehatan yang dibagikan cuma-cuma.  (kba/pkpu Surabaya)

Monday, January 23, 2012

Posko Dapur Air PKPU : Foke Mampir Minum Kopi Susu

Seakan tak pernah lepas dari musibah kebakaran, setelah terjadinya kebakaran di 2 kawasan padat penduduk pademngan dan penjaringan pekan lalu, dini hari tadi warga Jakarta dikejutkan dengan peristiwa yang sama. Kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 01.00 WIB melanda warga di RW 02 jl. Lodan Raya kp. Bandan Kel. Ancol barat kec. Pademangan jak-utara.

Tim Rescue PKPU akhirnya menerjunkan tim relawan dan evakuasi. Informasi dampak kebakaran yang diperoleh relawan sebagai berikut :
Lokasi Rt 01 : 50 rumah terbakar dengan 67 KK, yang berjumlah 300 jiwa.
Selanjutnya di Rt 011: 30 rumah terbakar, dengan 50 KK, yg berjmlh 300 jiwa.
Sementara itu identitas korban meninggal bernama Kasri wanita usia lanjut. Korban luka Dani, Hendra dan Musa dirujuk ke Rs. Prof. Dr. Ir. Sulyanti Suroso.
Sejak pagi tim rescue PKPU telah menerjunkan relawan dan bersama pengungsi mendirikan posko di lokasi bencana, demikian yang disampaikan koordinator tim Suharjoni.

Gubernur Foke minum susu dan Ucapkan terima kasih

Dengan jumlah korban yang besar menarik perhatian gubernur Fauzi Bowo. Foke, panggilan akrab orang nomor 1 di Ibukota ini langsung mengnjungi pengungsi. Selain lokasi pemukiman yang terbakar, Posko dapur Air PKPU menjadi sasaran pemantauannya. Di Posko ini disambut para relawan dan berdiskusi tentang kebutuhan yang disediakan bagi pengungsi. Yang menarik ditengah antrian memanfaatkan kebutuhan minuman, beliau kemudian berbaur dengan pengungsi untuk mendapatkan susu dan aneka menu minuman di dalam posko. Beliau tampak akrab dan interaktif dengan pengungsi.
Beliau mengungkapkan ucapan terima kasih dan sangat menghargai kinerja relawan yang begitu cepat melayani pengungsi dimana satu-satunya Posko yang hadir dilokasi bencana sejak awal. Saat ini para pengungsi sangat membutuhkan makanan, selimut, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. (emka)PKPU Pusat

Friday, December 30, 2011

Walikota Surabaya Sharing Bank Sampah Bersama PKPU


SURABAYA – PKPU Surabaya mengadakan sharing bersama Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta jajaran Dinas Sosial, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Acara tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (30/12/2011) di Pemkot Surabaya.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk silaturahim dan sharing mengenai bank sampah. Pasalnya, Pemkot memiliki lebih dari 100 bank sampah, sehingga dapat memberi masukan agar bank sampah dapat lebih baik.

Menurut Koordinator Bank sampah Kenjeran, kendala yang dihadapi di sana adalah kurangnya fasilitas alat pengangkut sampah yang kurang memadai. Selain itu, meskipun sudah memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah namun, kesadaran warga untuk mengelola sampah masih relatif rendah.  

Menjawab persoalan tersebut, walikota Surabaya yang akrab dipanggil Risma ini menjelaskan. “Pada dasarnya, tidak masalah bila tidak menggunakan alat pengangkut sampah. Hal yang perlu diprioritaskan adalah kesadaran masyarakat mengenai pengolahan sampah tersebut,” ungkapnya.

Meskipun mengalami berbagai kendala, namun program tersebut ditanggapi positif oleh Risma. "Programnya bagus dan dilanjutkan saja. Untuk lebih lanjut, silahkan berhubungan dengan bagian DKP.” Risma juga menegaskan bahwa edukasi untuk menciptakan  kesadaran pengolahan sampah rumah tangga itu adalah hal yang penting dalam program ini. (pd/PKPU Surabaya)

Wednesday, December 28, 2011

PKPU, BP Migas dan MCL Ketuk 1000 Pintu Peduli Gizi Balita

BOJONEGORO - Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU gandeng Mobil Cepu Ltd (MCL) dan BP migas adakan Kampanye Gizi Kolosal, Minggu (25/12/2011). Sasarannya adalah 329 balita dengan rincian berat badan sangat kurang (BBSK) sebanyak 49 dan berat badan kurang (BBK) sejumlah 280.

Kegiatan tersebut dilakukan di Bojonegoro karena kota ini menduduki peringkat ke dua jumlah gizi buruk terbanyak se Jawa Timur setelah Pamekasan. Sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro tahun 2010 lalu, dari 542 balita penderita gizi buruk sebanyak 59 balita masuk kategori gizi buruk sangat kritis.

Dengan mengambil tema “Ketuk 1000 Pintu Peduli Gizi Buruk,” diharapkan dapat menanggulangi balita gizi buruk yang ada di Bojonegoro. Adapun tempat yang dikunjungi adalah Kecamatan Ngasem, Dander dan Kalitidu. Acara tersebut melibatkan karyawan PKPU Surabaya beserta keluarganya dan dibantu oleh kader posyandu setempat.

Dalam program tersebut, PKPU menghampiri setiap rumah warga Bojonegoro untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi pada Balita. Kampanye tersebut juga ditandai dengan stiker yang ditempel di rumah warga yang sudah dikunjungi PKPU.

“Sebenarnya, kegiatan mengentaskan gizi buruk sudah kita laksanakan sejak tahun 2010, namun untuk menindaklanjutinya kita mengadakan kampanye ini,” ujar koordinator Kampanye, Rina Juwita. Menurutnya, dengan adanya kesadaran dan perhatian warga dengan memberikan gizi yang cukup diharapkan dapat memulihkan gizi buruk balita di Bojonegoro. (PKPU/Nanda/Surabaya)
 

Tuesday, December 20, 2011

PKPU Dukung Pendidikan Karakter untuk Sekolah Dasar

SURABAYA - Pentingnya pendidikan untuk anak menjadi perhatian bagi orang tua maupun pendidik. Hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi dan pergaulan bebas menjadi ancaman bagi perkembangan anak.

Mengingat tantangan besar yang dihadapi anak-anak dalam perkembangannya tersebut,  maka PKPU terlibat aktif mendukung pendidikan karakter untuk siswa-siswa Sekolah Dasar.

Dukungan tersebut diwujudkan bersama UNESA (Universitas Negeri Surabaya) dalam Seminar Nasional Pendidikan pada hari Sabtu (17/12/2011). Acara yang bertajuk Implementasi Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Di Sekolah Dasar ini dilaksanakan di Auditorium Pasca Sarjana UNESA.



Kepala Bidang Penghimpunan PKPU Surabaya, Rizki Rohmat Fahmi Hidayat menyatakan dukungannya terhadap seminar nasional tersebut. “Seminar Nasional ini menarik dan bermanfaat karena pendidikan karakter memang penting sebagai rangka penyiapan masa depan anak dengan tantangan yang lebih besar,” katanya. (PKPU/Nanda/Surabaya)

Program Kesehatan Untuk Desa Keboguyang

SIDOARJO - Kesehatan mahal harganya, terlebih bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan hidup semakin mahal, minimnya lapangan pekerjaan menambah pelengkap penderitaan mereka. Keadaan demikian selama ini dirasakan warga Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

PKPU Surabaya mencoba membantu meringankan beban warga Keboguyong dalam program kesehatan. Dengan menggandeng LSM lokal dan Yayasan Darussalam, PKPU mengadakan Program Kesehatan masyarakat Keliling (Prosmiling) pada hari Minggu (18/12/2011).

“Kegiatan prosmiling ini kami adakan mengingat minimnya perhatian pemerintah akan kesehatan warga disini. Ditambah lagi ekonomi yang pas-pasan memperburuk keadaan tersebut,” terang Khoirul Bariyah, Koordinator Promiling PKPU Surabaya.

Khoirul Bariyah yang akrab disapa Ria mengatakan dengan adanya Prosmiling dan juga pembagian makanan tambahan ini semoga dapat membantu warga setempat yang terkena dampak erupsi dari lumpur Lapindo. “Memang mereka (warga Keboguyang) tidak terkena lumpur lapindo secara langsung. Namun baunya tersebar sampai sini. Sehingga membawa dampak yang buruk bagi kesehatan mereka,” terangnya.  

Ketua panitia sekaligus Koordinator LSM setempat, Anas Al Mighfar, mengatakan bahwa selama ini pemerintah kurang memperhatikan kondisi kesehatan warga. “Puskesmas hanya melayani orang yang datang di tempatnya, tapi tidak pernah mengadakan penyuluhan atau acara semacam ini (prosmiling_red). Padahal jika melihat keadaan seperti ini, mereka butuh perhatian yang intens dari pemerintah, tidak hanya sekedar menunggu yang datang. Karena itu kami meminta bantuan PKPU untuk mengadakan prosmiling, melihat sepak terjang PKPU selama ini sebagai lembaga kemanusiaan yang terpecaya,” ujarnya penuh semangat.

Acara yang dihelat di depan halaman MI Dasussalam Dusun Krian, Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon tersebut dihadiri pejabat pemerintah yaitu dari Polsek Jabon, Dinkes Jabon, Danramil serta seluruh kepala desa di Jabon. Sebanyak 300 orang memenuhi pelataran sekolah untuk memeriksakan kesehatan mereka.

Hadirin (34), warga Buaran yang ikut acara Prosmiling ini rela mengantri sampai dirinya dipanggil oleh petugas. “Saya sangat senang dengan adanya acara pengobatan gratis ini. Meski harus mengantri sampai nama saya dipanggil, nggak masalah kok,” ujarnya lugu dan penuh harap kepada tim Media PKPU Surabaya.

Hadirin sendiri bukan warga asli Desa Keboguyang, dia disini ikut istrinya yang asli orang Dusun Buaran, Keboguyang. Sejak lumpur lapindo muncul dan erupsinya menyebar sampai di wilayahnya, sejak itulah ia mengalami radang tenggorokan dan sesak di dadanya. “Semoga setelah periksa, penyakit saya sembuh seperti sedia kala,” harap Hadirin. (PKPU/Rangga/Surabaya)

PKPU in Action